Presiden Prabowo Geram soal Skandal Beras Oplosan: Kita Sita Penggiling Padi yang Brengsek Itu
Indonesia kembali diguncang oleh skandal besar di sektor pangan. Kali ini, sorotan tertuju pada praktik kotor oknum pengusaha yang nekat mengoplos beras—mencampur beras berkualitas buruk atau kadaluwarsa dengan beras premium untuk meraup keuntungan. Nilai kerugian yang ditimbulkan sungguh mencengangkan: mencapai Rp 100 triliun!
Temuan ini mencuat setelah investigasi menyeluruh dilakukan oleh aparat penegak hukum dan kementerian terkait. Tak hanya merugikan negara, praktik ini juga membahayakan kesehatan konsumen dan mencoreng upaya pemerintah dalam menstabilkan harga serta pasokan pangan nasional.
Prabowo Subianto Angkat Bicara: “Tak Ada Ampun!”
Presiden Prabowo Subianto, langsung angkat suara. Dalam pernyataan tegas yang viral di media sosial dan diberitakan berbagai kanal nasional, Prabowo menyebut:
“Kita akan sita penggiling padi yang brengsek itu. Jangan main-main dengan pangan rakyat!”
Pernyataan keras ini menunjukkan sikap tak kompromi terhadap mafia pangan. Prabowo menekankan bahwa ketahanan pangan adalah soal hidup-mati bangsa, dan siapa pun yang bermain curang di sektor ini akan berhadapan langsung dengan negara.
Ancaman Serius bagi Pengusaha Nakal
Sikap tegas Prabowo turut mengirim sinyal ke seluruh pelaku industri pangan: pemerintah tidak akan segan-segan menyita aset, menutup usaha, bahkan menyeret pelaku ke meja hijau jika terbukti melakukan kecurangan.
Langkah hukum yang disiapkan pun tak main-main. Selain sanksi pidana, pemerintah tengah menyusun regulasi yang memungkinkan penyitaan permanen terhadap aset usaha yang digunakan dalam praktik oplosan beras. Termasuk di antaranya adalah penggilingan padi, gudang penyimpanan, dan jaringan distribusi gelap.
Dampak terhadap Masyarakat dan Kepercayaan Publik
Skandal ini tak hanya berdampak pada kerugian ekonomi, tetapi juga menciptakan keresahan di masyarakat. Banyak konsumen mulai meragukan kualitas beras yang beredar di pasaran, sementara para petani resah karena ulah mafia berdampak pada harga jual gabah mereka.
Namun, pernyataan tegas dari Prabowo justru menjadi angin segar. Banyak pihak memuji keberaniannya dalam menyentuh langsung akar masalah. Pengamat kebijakan publik menilai bahwa langkah ini bisa menjadi titik balik dalam perang melawan mafia pangan yang selama ini sulit disentuh.
Langkah Selanjutnya: Bersih-Bersih Rantai Pangan
Pemerintah berkomitmen untuk melakukan audit total terhadap seluruh rantai distribusi beras, mulai dari penggilingan hingga pengecer. Prabowo juga menyerukan kepada rakyat untuk ikut mengawasi dan melaporkan jika menemukan indikasi beras oplosan di lingkungan mereka.
“Ini bukan cuma soal ekonomi. Ini soal keadilan sosial. Rakyat berhak mendapatkan makanan yang layak dan sehat,” tegas Prabowo dalam forum terbuka.
Skandal beras oplosan ini menjadi ujian besar bagi pemerintahan mendatang. Namun, dengan sikap keras yang telah ditunjukkan Prabowo Subianto, publik kini menaruh harapan bahwa praktik-praktik curang di sektor vital seperti pangan dapat benar-benar diberantas dari akar-akarnya.
Negara sedang bersih-bersih. Dan bagi para pelaku curang, waktumu habis.